Senin, 16 Februari 2009

Ucok London... dan foto jadul...

Inilah Kepala SMA 6 Medan di tahun 1970-an, dulu namanya Direktur ! (keren kan... Direktur !)
Kata abang saya, Pak Diapari Nasution pernah berkunjung ke London, Inggeris.
kalau mengajar, tak lupa, di depan murid suka menceritakan suasana London.
Tak habis-habisnya.
Maka sering diberi julukan "ucok london" ...
(ini foto kiriman Burhan Batubara, diunduh dari Plasa.com)
Kalau tak salah, Pak Burhan, itu juga guru di SMA 6 Medan.
Tapi awak lupa, ngajar apa Pak Burhan dulu, tolong kasi tau ya...



Terus ada foto guru-guru di tahun 1970-an, lihat aja fotonya, cukup unik kan?
Jangan lupa, dulu banyak yang naik sepeda, kadang naik bemo
Kalau naik bemo, baju putih sang guru, acapkali tercemar karat palang senderan bemo, maka karat besi itu membekas di belakang baju putih guru. Sedihkan jadi guru masa lalu...
Mangkanya : hormatilah gurumu yang bisa membuatmu jadi Professor Doktor di masa sekarang ini. Jangan lupa kacang pada kulitnya, buyuang... !


Di kursi mana kira-kira dalam foto jadul di atas Bu Zahniar dan Pak Rudin?
Yang mana ya Pak Kadir? Pak Hasan? Pak Gading? Mas.. eh pak Marwoto ?


Nah, coba bayangkan, dulu Band Rhythm King (Darma, Darmawi, dan Darmawan ) merupakan band papan atas di Indonesia, saingan beratnya band The Minstrel’s dan The Great Session, itu grup rock ngak-ngik-ngok di masa lalu yang terkenal di Medan.
Kalau tanding musik underground, memang benar-benar adu keras loudspeaker, di Lapangan Merdeka. Dua band langsung di adu dalam 2 pentas berhadapan. Hebat kan !
(mana ada di jaman sekarang 2 band rock diadu kayak gitu !)
Kadang-kadang pake atraksi di tanam atau makan ular ! Jangan lupa, rambut terurai panjang... tentu tak pake tanliper (tancho lima perak, yang belinya disusun kayak lotere dijepret di selembar karton, di kios2). Walaah !

Nggak percaya? Rumah-rumah panggung reot di Komat, suka mengeraskan louspeaker besarnya dengan musik ngak-ngik ngok underground, akibatnya rumah panggung reot itu bergetar-getar, demam, kayak mau tumbang. Yang penting syor lah !


Rhythm King (Purba Bersaudara) sempat manggung dalam acara perpisahan lulusan angkatan 73 SMA 6 Medan. Ya itu tadi, Kepala SMA-nya Pak Diapari Nasution (ucok London). He.. he.. he.

dua burung bernyanyi...
dengan indah sekali....
tapi dekat di situ...
ada satu pemburu...
dia lalu menembak...
satu burung terjatuh...
sungguh sedih..
dst
(
by Rhythm King)

Itu salah satu bait yang awak ingat, suka dipancarkan lewat Radio Amatir ECHO 541, pengelolanya anak (keluarga) Prof. Ani Abbas Manopo.
Jangan lupa, penyiarnya "Mener Megeng", jam 5 sore !
Alamaaak ... ! Apa pulak pakcik ni...

Kalau gitu, tolong abang, Oom, kakek kirimkan foto jadul (jaman dahulu) ke email awak: ardian_faisal@yahoo.com. Biar awak tampilkan di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar